Rizieq Shihab Dicap Overstayer, Dubes Agus Maftuh: Bukan Kami yang Katakan tapi Saudi

Rizieq Shihab Dicap Overstayer, Dubes Agus Maftuh: Bukan Kami yang Katakan tapi Saudi

Liputan6. com, Jakarta semrawut Duta Besar Republik Indonesia Agus Maftuh tak pungut pusing dengan ancaman hukum dibanding Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang enggan dicap sebagai overstayer selama di Saudi. Agus memandang, justru ada yang keliru pandang dilakukan Rizieq terhadap ancaman langkah hukum tersebut.

“Ini akibat salah di dalam memahami teks-teks dokumen, kita maklumi karena Pak Rizieq Shihab pula belum mengerti ilmu kekonsuleran tercatat keimigrasian Arab Saudi sehingga karenanya dia menebar ancaman akan menuntut orang yang melabeli dia dengan overstay, ” tulis Agus menggunakan pesan singkatnya, Sabtu (7/11/2020).

Agus melanjutkan, pihaknya juga memaklumi bila Rizieq Shihab belum paham betul kemahiran hubungan antarnegara dalam Islam dengan mengatur rambu-rambu diplomatik. Menurut Agus, Rizieq terbukti salah memahami layar pertama dalam dokumen keimigrasian serta belum melihat layar selanjutnya maka selesai.

“Lembar ke-2 dan seterusnya lebih vulgar. Sebab tidak semua petugas imigrasi diperkenankan membuka semua sistem. Layar kedua isinya begitu jelas. Layar ke-2 ini menampilkan menu utama “Sijil al-Mukhalif” daftar catatan pelanggar peraturan keimigrasian. Pak Rizieq Shihab tercatat di layar ini, mulai tanda, jenis pelanggaran, nomor deportan, jenis dokumen dan lainnya, ” sahih Agus.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Memakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan tubuh, Jangan Sampai Tertular dan Terbuka Keluarga Kita.

2 sejak 3 halaman

Silakan Protes ke Saudi

Agus menegaskan, dalam layar tersebutlah label overstay atau “mutakhallif ziyarah” disemat terhadap Rizieq. Rizieq dinilai Saudi telah melewati batas periode tinggal itu sistem imigrasi Arab Saudi.

“Jadi silakan protes kepada Kerajaan Arab Saudi. Bukan kami (pemerintah Indonesia) yang menyematkan label tersebut, ” Agus menandasi.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Kolong Ini:

Related Articles

Tanggapan Kemendagri Soal Sindiran Anies Baswedan Tentang Pilkada 2020

Liputan6. com, Jakarta Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal berbicara soal sindiran Gubernur DKI Anies Baswedan mengenai Pilkada 2020. Menurut nya, Pilkada di tengah pandemi Covid-19 datang saat ini relatif kondusif dan terkendali. Dia juga menyampaikan bahwa Pilkada ada mekanisme tersendiri.
Read more

Banjir Bandang Sukabumi, 9 Rumah Rusak Parah 2 Warga Hanyut Belum Ditemukan

Liputan6. com, Sukabumi - Banjir bandang akibat meluapnya aliran Sungai Cigombong dalam Kampung Bantar menyebabkan sejumlah panti di kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, rusak parah. "Banjir bandang yang terjadi di Desa Pondokkaso, Kecamatan Cidahu ini adalah rentetan dari kejadian serupa di Kecamatan Cicurug, " kata Kepala Forum Koordinasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi, Okih Fajri, Senin…
Read more

Sri Mulyani: Sistem Ekonomi Syariah Sejalan Kearifan Lokal Masyarakat Indonesia

Liputan6. com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan, pemerintah sudah berikhtiar sekuat tenaga untuk mengurangi dampak negatif pandemi virus Corona Covid-19 terhadap perekonomian nasional. Negeri disebutnya akan memainkan berbagai perabot kebijakan guna menanggulangi penurunan outlook akibat Covid-19 ini, salah satunya sistem ekonomi syariah.
Read more
Search for: