Raut Lee Kun-hee, Bos Besar Samsung yang Jadi Orang Terkaya di Korea Selatan

Raut Lee Kun-hee, Bos Besar Samsung yang Jadi Orang Terkaya di Korea Selatan

Liputan6. com, Jakarta – Chairman of Samsung, Lee Kun-hee, meninggal dunia pada Minggu (25/10/2020) di Seoul, Korea Selatan. Ia mengembuskan napas terakhir pada usia 78 tahun.

Samsung mencanangkan meninggalnya Lee Kun-hee, tetapi tidak merinci penyebabnya. Ia diketahui lumpuh sejak serangan jantung pada tahun 2014.

Ketika Lee Kun-hee mengambil alih Samsung Group pada 1987, setelah kematian ayahnya Lee Byung-chull, banyak kalangan di negara Barat mengetahui kalau Samsung hanya pembuat televisi murah dan gelombang mikro yang tidak sanggup diandalkan (selalu dijual di toko diskon).

Namun, sebutan itu tak membuat Lee Kun-hee doyong. Ia terus mendorong perusahaan bergerak maju di industri teknologi.

Dalam awal 1990-an, Samsung telah melampaui Jepang dan Amerika untuk menjadi penentu kecepatan dalam chip memori. Samsung bahkan mulai mendominasi panel layar datar dan pasar seluler menengah ke atas, karena ponsel menjelma perangkat komputasi pada 2000-an.

Samsung Electronics saat tersebut adalah landasan ekonomi Korea Daksina dan salah satu perusahaan yang menghabiskan banyak uang untuk penelitian dan pengembangan.

Lee Kun-hee merupakan ketua Samsung Group dari tahun 1987 sampai 1998, ketua dan kepala eksekutif Samsung Electronics dari tahun 1998 sampai 2008, kemudian ketua Samsung Electronics dari tahun 2010 sampai kematiannya. Ia adalah orang terkaya dalam Korea Selatan.

Dia dan keluarganya menggunakan jaringan penyerasian kepemilikan untuk memberikan pengaruh kepada perusahaan lain di bawah payung Samsung.

Selama kala jabatannya, bahkan ketika manajer profesional memiliki lebih banyak tanggung jawab di grup, Lee Kun-hee tentu menjadi pemikir besar Samsung dan pembuka arah strategi perusahaan.

2 sejak 4 halaman

Mantan Pegulat

Lee Kun-hee lahir di Daegu, Korea Selatan, yang diduduki Jepang pada 9 Januari 1942. Ia merupakan anak dari pasangan Park Doo-eul dan Lee Byung-chull, dengan mendirikan Samsung beberapa tahun sebelumnya sebagai pengekspor buah dan ikan kering. Semasa muda, Lee merupakan seorang pegulat di sekolah menengah.

Samsung pertama kali tumbuh dengan mendominasi bahan mendasar konsumen, seperti gula dan kain, yang dibutuhkan rakyat Korea Daksina saat dilanda perang.

Perusahaan kemudian berkembang menjadi asuransi, pembuatan kapal, konstruksi, semikonduktor, & masih banyak lagi.

Lee Kun-hee lulus dari Universitas Waseda di Tokyo pada tarikh 1965. Ia kemudian belajar dalam program master di Universitas George Washington, tetapi tidak menerima membuat.

3 dari 4 kaca

Awal Karir

Dia melakukan karirnya di Tongyang Broadcasting Company, afiliasi Samsung pada saat itu, tepatnya pada tahun 1966.

Dia bekerja di Samsung C& T, perusahaan konstruksi & perdagangan konglomerat, sebelum diangkat jadi wakil ketua Samsung Group dalam tahun 1979.

Kala dia menjadi ketua pada tarikh 1987, dia mencontoh strategi ayahnya pada perencanaan yang jauh pendahuluan, bahkan ketika perusahaan dalam kedudukan baik.

“Kami berada dalam transisi yang sangat penting, ” kata Lee tak lama setelah memimpin, dalam sebuah ramah dengan Forbes.

“Jika kita tidak pindah ke industri yang lebih padat modal serta teknologi, kelangsungan hidup kita kira-kira dipertaruhkan, ” sambungnya ketika itu.

4 dari 4 halaman

Skandal Suap dan Penggelapan Pajak

Pada tahun 1996, Lee Kun-hee dihukum sebab menyuap presiden negara tersebut, lalu diampuni. Lebih dari satu dekade kemudian, dia dinyatakan bersalah tempat penggelapan pajak, tetapi diberi penangguhan hukuman lagi.

Hal itu dilakukan agar dia bisa melanjutkan lobi untuk membawa Olimpiade Musim Dingin ke kota pegunungan Pyeongchang pada 2018.

Segera setelah Pyeongchang Games, Lee Myung-bak (presiden Korea Selatan lantaran 2008 hingga 2013), dijatuhi balasan 15 tahun penjara karena menyambut suap sebesar US$ 5, 4 juta dari Samsung untuk tercampak Lee Kun-hee dari kasus manipulasi pajak.

Di bawah kepemimpinannya pula, Samsung mendapatkan tuduhan dari kelompok, termasuk Elliott Management karena ia dianggap berupaya menyimpan Samsung untuk putranya Lee Jae-yong.

Lee Jae-yong tunggal telah mengambil alih kepemimpinan Samsung sejak Lee Kun-hee mengalami pukulan jantung pada 2014.

Sementara, sang putra malah menikmati masalah hukum karena dinyatakan bersalah atas penyuapan. Penerus Lee Kun-hee ini kemudian dijatuhi hukuman lima tahun penjara, dan akhirnya aniaya ditangguhkan oleh hakim.

(Isk/Why)

Related Articles

Twitter Batasi Fitur Retweet untuk Perangi Disinformasi Jelang Pilpres AS

Liputan6. com, Jakarta - Saat tersebut media sosial menawarkan fitur untuk membagikan ulang sebuah unggahan. Di Twitter misalnya, fitur ini bernama Retweet. Sayang, terkadang informasi dengan dibagikan ulang atau diteruskan mampu mengandung disinformasi.
Read more

Kompilasi Ratusan Survei Pilpres AS 2020: Joe Biden Ungguli Donald Trump, tapi…

Liputan6. com, London - Dengan pemilihan presiden Amerika Serikat yang hanya kurang hari lagi, surat kabar Inggris the Guardian melacak pemungutan perkataan terbaru di delapan negara periode yang dapat memutuskan hasil simpulan pemilu.
Read more

Mau Punya Tanaman Janda Bolong, Ragam Anak Ini Malah Bikin Ngakak Ibunya

Liputan6. com, Jakarta Di saat industri pariwisata sedang lesu, hal itu tidak asi bagi pengusaha tanaman hias dengan omsetnya semakin tinggi. Banyaknya zaman yang bisa dihabiskan di di dalam rumah, orang-orang mulai mencari hobi baru dengan bercocok tanam.
Read more
Search for: