Pemuda Muhammadiyah: Kita Harusnya Sudah Cakap Kesejahteraan, Bukan Perbedaan Ideologi

Pemuda Muhammadiyah: Kita Harusnya Sudah Cakap Kesejahteraan, Bukan Perbedaan Ideologi

Bonus harian di Keluaran SGP 2020 – 2021.

Liputan6. com, Jakarta – Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda (PP) Muhammadiyah Sunanto mengatakan, dengan leler 75 tahun seharusnya saat itu Indonesia sudah membicarakan bagaimana membentuk kesejahteraan bukan membahas masalah memperlawankan ideologi lagi.

“Entah ada apa di bangsa kita sehingga masih berbicara tentang memperlawankan. Seharusnya kita sudah berbicara mengenai bagaimana membangun bangsa yang sentosa, sejuk, aman dan sebagainya, ” kata dia dikutip dari Jarang, Minggu (27/12/2020).

Pria  yang kerap disapa Cak Nanto itu menilai ada yang keliru dalam pembelajaran kesibukan saat ini. Sebab, seharusnya kerabat Indonesia sudah jauh beranjak namun masih saja berhadapan dengan perbedaan-perbedaan.

Dalam pandangan atau rencana PP Muhammadiyah, jelas dikatakan bahwa Pancasila dan negara sudah menjadi keputusan final serta tinggal dengan jalan apa masyarakat berjanji untuk membangunnya.

“Jadi tidak ada lagi pembicaraan-pembicaraan yang seharusnya kita sudah selesai, ” katanya.

Bahkan, bapak pendiri bangsa sudah berkorban untuk meletakkan pondasi kerabat. Sebagai masyarakat, seharusnya wajib me dan mengimplementasikan nilai dalam kehidupan.

2 dari 3 halaman

Makin Tertinggal

Dia berpandangan jika anak bangsa masih disibukkan dengan masalah perbedaan haluan, maka Indonesia semakin jauh sederhana dari negara lain.

“Bangsa lain sudah bicara teknologi dan pengembangan, sementara Indonesia sedang mengatasi perbedaan ideologi. Pertanyaannya, di posisi mana kita membangun keluarga?, ” ujar dia.

Saat ini, lanjut dia, yang dibutuhkan adalah sosok negarawan dan kolaborasi antarpejabat untuk membangun bani. Sebab, Indonesia adalah negara yang besar dan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja, utama agama atau satu kelompok.

“Saya yakin bangsa tersebut akan bangkit tentunya dengan kesadaran bersama, ” ujarnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Related Articles

Yama Carlos Dihukum Push Up Pasal Tak Pakai Masker

Liputan6. com, Jakarta Aktor Yama Carlos ketahuan tidak menggunakan masker, baru-baru ini. Alhasil, dirinya harus melakukan hukuman dari Satpol PP. Pemerintah memang mewajibkan masyarakat menggunakan masker.
Read more

Arie Untung Boikot Produk Prancis sebab Ucapan Presiden Macron Dinilai Cela Islam

Liputan6. com, Jakarta - Arie Untung turut menyatakan sikapnya untuk tidak lagi menggunakan barang-barang dibanding Prancis. Hal itu dilakukannya buat merespons ucapan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang diduga menghina pengikut Islam.
Read more

KPK Jebloskan Benhur Lalenoh, Perantara Suap Eks Bupati Talaud ke Sukamiskin

Liputan6. com, Jakarta kacau Jaksa Eksekutor pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjebloskan terpidana Benhur Lalenoh ke Penjara (Lapas) Klas I Sumamiskin. Vonis terhadap Benhur yang merupakan perantara suap mantan Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip ini telah berkekuatan norma tetap.
Read more
Search for: