Menyambut Kepulangan Jenazah Pekerja Migran Asal Indramayu dari Malaysia

Menyambut Kepulangan Jenazah Pekerja Migran Asal Indramayu dari Malaysia

Liputan6. com, Jakarta Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Indramayu bernama Toniah diberitakan meninggal dunia di Malaysia. Jenazahnya terlantar di Rumah Kecil Kajang, Kuala Lumpur, Malaysia.

PMI asal Desa Lesu Ayu, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu itu meninggal lantara penyakit peparu. Keluarganya di rumah kebingungan memulangkan jenazah almarhumah.

“Meninggal hari Jumat sore, ” kata salah satu keluarganya, Rodi kepada Liputan6. com pada Rabu (30/9/2020).

Kabar meninggalnya TKI asal Indramayu juga dibenarkan oleh teman almarhumah yang tidak mau disebutkan namanya. Menurut temannya, awalnya Toniah sudah beberapa hari dirawat di RS Kajang. Mematok akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

“Almarhum kerja di kilang kasur. Awalnya kabur dari tuan pertama, paspornya juga dipegang tuan. Tapi setelah dia (Toniah) ke rumah sakit majikan mengembalikannya, ” kata teman almarhum kepada yang saat ini berada di Malaysia kepada Liputan6. com , Rabu (30/9/2020).

Jenazah Toniah hingga saat tersebut masih berada di RS Kajang. Kata teman Toniah, tak ada kawannya yang berani mengambil jenazah almarhumah dari rumah sakit itu. Lantaran takut dimintai bayaran pembelaan Toniah selama ini.

“Awalnya dimintain bayar 9 ribu ringgit. Jadi pada gak gagah ngurus, ” paparnya.

Teman Toniah mengisahkan, saat perdana kali mendengar kabar meninggalnya Toniah, kawan-kawannya berinisiatif mengumpulkan iuran bertugas menebus jenazah. Namun uang yang terkumpul tak cukup.

“Kita cuman dapat 500 (ringgit), ” jelasnya.

Sementara itu, menurut Rodi saat tersebut keluarganya telah mempercayakan pemulangan jenazah Toniah kepada pihak sponsor yang memberangkatkan almarhum ke Malaysia. Namun Rodi mengaku pihaknya dimintai gaji Rp 14 Juta.

“Awalnya Rp 14 juta, tetap saya minta setengahan jadi Rp 7 jutaan, ” tuturnya.

Rodi menuturkan, beberapa keadaan setelah kabar meninggalnya Toniah, bagian sponsor langsung mendatangi kediamannya pada tengah malam. Di sana ia diminta untuk menandatangani sebuah tulisan di atas materai yang kurang lebih berisi kesediaan pihak rumpun untuk tak membawa kasus meninggalnya Toniah ke ranah hukum.

“Iya datang malam-malam suruh tanda tangan, ” katnya.

2 daripada 4 halaman

Menyayangkan Kesibukan Sponsor

Pemimpin Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Indramayu, Juwarih menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh pihak sponsor tersebut. Menurut Juwarih mestinya pihak cukong atau penyalurlah yang bertanggung jawab mengurusi pemualangan jenazah tanpa dibebankan oleh pihak keluarga.

“Itu malah dimintain biaya, tersebut jelas sebagai bentuk memberatkan BMI lah. Jadi gini kalau tempat (almarhum) direkrut secara unprocedural, dengan dikejar itu pihak perekrut. Oleh karena itu terus gini kalau warga Nusantara meninggal di luar negeri, bukan hanya BMI ya tapi semua itu negara harus hadir, ” tegas dia kepada Liputan6. com, Rabu (30/9/2020).

Kata Juwarih jika pihak perekrut berat untuk mengembalikan, maka pihak suku bisa membawa kasus tersebut ke ranah hukum.

“Ada (pidananya) itu dalam Pasal 68 juncto Pasal UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran. Itu sanksinya 10 tahun kurungan, ” tegas Juwarih.

Menurut Juwarih, kasus tersebut bisa juga dikaitkan dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 Mengenai Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

“Kalau ada telaahan dia itu direkrut unprocedural ke sana itu jelas sebenarnya sudah masuk TPPO. Jadi si bagian prekrut bisa dikenakan dua udang-undang loh, UU TPPO Pasal 4, sama UU Pelinduangan Pekerja Migran. Itu sanksinya sanksi pidana semua. Gak ada sanksi administrasi di situ. Makanya kok ini tambahan pula keluarga dibebankan, ” jelas dia.

3 dari 4 halaman

KBRI Cek Kebenaran

Koordinator Fungsi Penerangan dan Baik Budaya KBRI Malaysia, Agung Cahaya Sumirat mengaku tengah mengecek kesahan informasi soal adanya Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Indramayu dengan meninggal di Malaysia.  

“Biasanya dicek dulu barang apa benar WNI.   Ini siasat pertama dulu, ” kata Istimewa saat dihubungi Liputan6. com, Kamis (1/10/2020).

Agung menjelaskan, sebelum melakukan langkah lebih tinggi pihaknya mesti memastikan apakah jenazah tersebut benar-benar Warga Negara Indonesia (WNI).

Hal pas juga disampaikan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Menurut bagian Humas BP2MI, Muhammad Hapipi pihaknya akan mendalami kabar tersebut.

“Saya coba konfirmasi ke Unit Teknis dulu ya, ” ujarnya, Kamis (1/10/2020).

BP2MI Siap Fasilitasi

Badan Perlindungan Pelaku Migran Indonesia (BP2MI) menyatakan jadi untuk memfasilitasi pemulangan jenazah Toniah. Pemulangan itu dari debarkasi hingga ke tempat tinggal jenazah.

“Adapun ketibaan PMI, BP2MI akan mengupayakan untuk memfasilitasi pemulangan PMI tersebut ketika dari debarkasi ke daerah asal PMI, ” kata Kepala Biro Hukum Humas BP2MI, Sukmo Yuwono kepada Liputan6. com, Kamis (1/10/2020).

“Ini dilakukan sejalan dengan agenda kerja BP2MI yaitu memberikan pelayanan VVIP bagi PMI  dan keluarganya, ” sambungnya.

Sementara untuk pemulangan dari Malaysia, Sukmo mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan perwakilan Republik Indonesia yang tersedia di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Dari sisi proses penanganan bahwa prinsipnya pemerintah dalam hal ini BP2MI terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan peserta RI, ” ucap dia.

Sukmo menyatakan, pelayanan & perlindungan tersebut diberikan dari ujung rambut sampai ujung kaki.  

“BP2MI mengharapkan bagi masyarakat jika berminat bekerja pada Luar Negeri harus melalui galur yang prosedural sehingga lebih gampang dan tercatat oleh pemerintah, ” pungkas dia.

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan dalam bawah ini:

Related Articles

Menang Hitung Cepat Pilkada Medan, Bobby Nasution Tunggu Hasil Real Count

Liputan6.com, Medan Sejumlah lembaga survei menunjukkan pasangan Bobby Nasution-Aulia Rachman mengungguli Akhyar Nasution-Salman Alfarisi di Pilkada Medan. Terkait hal ini, Bobby Nasution mengajak seluruh tim untuk menunggu real count dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Read more

Sejarah Ibu Merawat Putrinya yang Terperangkap di Usia 10 Bulan Selama 19 Tahun

Liputan6. com, Jakarta - Layaknya bayi 10 bulan, seorang anak perempuan bernama Daisy Rainey memakai popok, mengisap dot, serta harus dibantu prasmanan dan dipakaikan baju. Remaja 19 tahun ini bisa berjalan dan bergumam seadanya.
Read more

Kejagung: Jaksa Pinangki Pernah Beli Barang Online ke Anak Eks Dirjen Imigrasi

Liputan6. com, Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) mendapatkan temuan baru terkait aliran pemberian suap jaksa Pinangki Sirna Malasari hasil upaya pengurusan fatwa Majelis hukum Agung (MA) Djoko Tjandra. Dalam penelusuran, penyidik mendapati adanya jejak uang yang ditransfer kepada bujang mantan Dirjen Imigrasi Rony F Sompie yakni Grace Veronica Sompie.
Read more
Search for: