Komplotan Pemalsu Surat Keterangan Rapid Test COVID-19 Beraksi Sejak September 2020

Komplotan Pemalsu Surat Keterangan Rapid Test COVID-19 Beraksi Sejak September 2020

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SDY 2020 – 2021.

Liputan6. com, Surabaya semrawut Polres Pelabuhan Semenanjung Perak Surabaya membongkar kasus penjiplakan surat keterangan hasil rapid test atau tes cepat COVID-19 yang dijual kepada calon penumpang pesawat di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Komplotan pemalsu tulisan keterangan hasil rapid test COVID-19  yang ditangkap antara lain MR (55, BS (35), dan SH (46).

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum menuturkan, kasus tersebut terungkap daripada kecurigaan warga dengan tawaran surat keterangan hasil tes cepat COVID-19 yang diberikan oleh para pelaku. Mereka menawarkan rapid test atau tes cepat COVID-19 tanpa menetapkan prosedur pengecekan.

“Mereka memiliki peran masing-masing, MR tersebut sebagai pemilik agen travel. BS calo. SH salah satu pegawai Puskesmas yang berada di provinsi hukum Polres Pelabuhan Tanjung Galuh, ” ujar Ganis di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Senin (21/12/2020).

Ganis menambahkan, surat keterangan nonreaktif sebagai syarat untuk mendapatkan form kesehatan berwarna kuning. Setelah memperoleh dua dokumen tersebut penumpang terakhir bisa membeli tiket kapal bertemu tujuan masing-masing.  

“Setelah mendapatkan surat rapid tersebut kemudian dapat form kuning segar mereka bisa membeli tiket. Tiket tersebut bisa dibeli lewat biro jasa travel atau mandiri. Makanya kita dalami keterlibatan dari berbagai pihak, ” ucap Ganis.  

Ganis menuturkan, surat keterangan rapid test COVID-19 dengan dipalsukan tersebut berasal dari salah satu puskesmas di Surabaya Mengadukan.

BS bertugas menggandakan surat, memberi stempel dan memalsukan tanda tangan dokter. Para pelanggan hanya memberikan identitas berupa foto KTP dan membayar Rp 100 ribu.

“BS itu jadi calo mencari penumpang, sejenis juga dengan MR. Kalau sudah dapat calon penumpang mereka menganjurkan iming-iming surat keterangan rapid tanpa menggunakan tes pengambilan darah & lain-lain, ” ujar Ganis.  

** #IngatPesanIbu

Memakai Masker, Cuci Tangan Pakai Bubuk, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Tanpa Sampai Tertular dan Jaga Suku Kita.

2 dari 3 halaman

Ancaman Pidana 6 Tahun Penjara

Dari keterangan para tersangka, mereka ternyata sudah mematuhi bisnis ini sejak September. Selama tiga bulan komplotan ini mendapat pelanggan dari berbagai daerah. Tak hanya tujuan Jawa Timur, pelanggannya bertujuan ke Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Ambon.  

Tak hanya berbuat kriminal secara memalsukan dokumen, Ganis menyebut kesibukan ini bisa membahayakan keselamatan pengikut lainnya jika ternyata ada penderita Covid-19 yang lolos menumpang pesawat tersebut.  

“Terhadap tersangka kami kenakan Pasal 263 (1) KUHP dengan ancaman kejahatan 6 tahun, ” ucap Ganis.  

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Kolong Ini

Related Articles

Pertama Dalam Empat Bulan, Tak Ada Kasus Baru COVID-19 di Melbourne Australia

Melbourne - Kabar baik dari Negara periode Victoria, Australia. Per Senin 26 Oktober 2020 wilayah tersebut melaporkan tak ada kasus baru dan maut akibat COVID-19. Seperti dikutip daripada ABC Indonesia, Senin (26/20/2020), itu merupakan yang pertama kalinya semenjak 9 Juni lalu.
Read more

Pemprov DKI Revisi Aturan, 75 Persen ASN Akan WFH Mulai 18 Desember 2020

Liputan6.com, Jakarta Pemprov DKI Jakarta akan mengikuti arahan Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 Luhut Binsar Pandjaitan terkait pengetatan work from home (WFH). Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta akan merevisi surat edaran (SE) tentang jam kerja ASN.
Read more

enam Koleksi Tas Mewah Via Vallen, Ada yang Ditaksir Harga Ratusan Juta

Liputan6. com, Jakarta Siapa yang tak kenal dengan sosok pedangdut pokok Jawa Timur, Via Vallen. Pedangdut yang lahir di Surabaya ini dikenal luas masyarakat Tanah Air setelah membawakan lagu berjudul Sayang pada 2018 lalu.
Read more
Search for: