Kominfo Minta Masyarakat Hati-Hati Saat Diminta Data Pribadi

Kominfo Minta Masyarakat Hati-Hati Saat Diminta Data Pribadi

Liputan6. com, Jakarta kacau Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengingatkan masyarakat buat selalu waspada dan berpikir kronis saat ada pihak lain yang meminta untuk memberikan data awak. Sebab data tersebut bisa sebagai pintu masuk untuk mengungkap keterangan penting lainnya.

Kominfo juga mencatat masih ada sebagian masyarakat yang belum sepenuhnya menyadari pentingnya perlindungan data pribadi.

“Kalau kita pakai ponsel, kadang kita tak memahami apa implikasi dari pengesahan, ” kata Direktur Jenderal Fakta dan Komunikasi Publik, Kominfo, Widodo Muktiyo, dalam webinar “RUU PDP Sebagai Perlindungan Pribadi di Negeri Digital”, Sabtu (12/9/2020), seperti dikutip dari Antara .

Padahal, lanjut Widodo, data pribadi bisa menjadi kesempatan masuk untuk mengungkap informasi yang lain, jika data tersebut saling terhubung atau bisa digunakan untuk mengidentifikasi seseorang.

Kominfo tahu masyarakat untuk selalu waspada & berpikir kritis ketika ada pihak lain yang meminta untuk menyerahkan data pribadi, yaitu dengan mempersunting untuk apa data tersebut.

Jika sudah mengetahui haluan penggunaan data, hanya berikan petunjuk yang diperlukan untuk kepentingan itu dan tidak sembarangan memberikan informasi pribadi ke orang lain.

Masyarakat juga diminta buat hati-hati menyebarkan data di media apa pun, yang memungkinkan dilihat dan diakses orang lain.

Ketika mengakses sebuah servis, kata dia, cermati apa selalu syarat dan ketentuan yang diberlakukan. Perhatikan juga apakah penyedia servis memberikan perlindungan yang memadai kepada data-data yang diberikan pengguna.

Masyarakat juga perlu menangani gawai yang mereka gunakan, misalnya dengan memasang antivirus versi terbaru dan menggunakan perangkat lunak dengan asli.

2 dari 3 halaman

Buat Cadangan Data

Buatlah cadangan untuk data-data yang penting dan perbarui kata sandi secara berkala.

Bila mendapatkan kiriman dari orang tidak dikenal, ujar Widodo, abaikan tambahan atau tautan yang diberikan.

Kominfo menyatakan penting untuk Indonesia untuk melindungi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) perlu melindungi hak masyarakat.

UU PDP nanti juga bakal mengatur soal pengumpulan data yang saat ini masih bersifat sektoral, misalnya sektor kesehatan dan kependudukan yang memiliki aturan masing-masing.

RUU PDP saat tersebut akan masuk ke tahap pengkajian, ditargetkan selesai pada November 2020.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah tersebut:

Related Articles

Kasus Laskar FPI, Polisi Ingatkan Jangan Sebar Berita Bohong

Menurut polisi, korban mutilasi merupakan seorang wiraswasta yang berasal dari Cilacap, Jawa Tengah. Maluku melaporkan tidak ada penambahan atau nihil kasus baru Covid-19. Sebanyak 21 orang meninggal dunia karena Covid-19 di DKI Jakarta. Jumlah kasus meninggal karena Corona di provinsi tersebut mencapai - 846 orang.
Read more

Cardi B Angkat Bicara soal Kritik Rasis pada Koleksi Tas Mewahnya

Liputan6. com, Jakarta - Rapper asal Amerika, Cardi B tengah menjadi pembicaraan publik sesudah dirinya merespons komentar rasis terpaut koleksi tas mewahnya melalui sebuah video di akun media sosialnya. Respons tersebut dibuatnya setelah tahu cuitan akun Twitter yang mengutarakan bahwa tas mewah Hermés Birkin yang dikenakan rapper kulit hitam membuat nilainya berkurang.
Read more

Lakon Bocah yang Tinggal di Kampung Kambing Selama 2 Tahun Itu Bikin Haru

Liputan6. com, Jakarta Rumah tentunya menjadi tempat yang paling tenteram untuk seorang anak. Fasilitas serta kasih sayang yang diberikan pengampu tentunya dibutuhkan oleh seorang bujang. Selama masa petumbuhan, seorang bujang harus mendapatkan dukungan dan afeksi sayang orang tua agar mentalnya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
Read more
Search for: