Helm Basah Kehujanan, Lakukan Ini agar Tidak Bau Apek

Helm Basah Kehujanan, Lakukan Ini agar Tidak Bau Apek

Liputan6. com, Jakarta – Memasuki musim hujan, ada kira-kira hal yang perlu diperhatikan pengendara sepeda motor. Tak hanya kendaraan dan kondisi tubuh, peranti kesejahteraan seperti helm juga sebaiknya diperhatikan.

Setelah terkena abu, bagian dalam helm biasanya akan bau apek apabila tak lekas dibersihkan. Tak hanya itu, helm yang basah juga membuat penggunanya tidak nyaman.

Ada beberapa langkah dengan bisa kita lakukan agar helm terhindar dari lembab dan aroma apek, berikut cara membersihkannya setelah terkena hujan seperti dilansir Federal Oil .

Pertama-tama helm dilap sampai benar-benar kering dengan kain microfiber. Setelahnya, lap juga visor memakai kain microfiber.

Sesudah bagian luar, pemilik helm pula wajib mengeringkan busa dengan diangin-anginkan. Hal ini akan lebih barangkali dilakukan jika busa interior helm bisa dicopot. Apabila tak bisa, bagian dalam helm bisa diarahkan ke kipas angin.

Selain itu, pemilik helm pula wajib memperhatikan proses pengeringan busa interior. Jangan terlalu buru-buru menjemur helm di bawah sinar matahari atau menggunakan hair dryer.

2 lantaran 5 halaman

Jangan Dijemur Panas Matahari

Hal ini dikarenakan dampak yang dihasilkan pada busa helm. Masa terkena terkena udara terlalu radang, busa bisa saja rontok, sebab itu keringkan dengan diangin-anginkan selalu.

Jika ingin memperoleh hasil yang maksimal, pemilik helm bisa menyemprot bagian interior helm memakai parfum antibakteri. Langkah itu juga bisa menyingkirkan bau apek di bagian dalam helm.

3 sejak 5 halaman

Pahami Aturannya, Tak Semua Pesepeda Wajib Pakai Helm

Melihat banyaknya pengguna  sepeda  saat tersebut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara resmi menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 59 Tahun 2020 tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan.

Terus melakukan sosialisasi terkait kelengkapan bersepeda, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengungkapkan tak semua pengendara sepeda wajib menggunakan helm.

“Untuk pesepeda olahraga (sport) tersebut harus pakai helm. Kalau untuk pesepeda umum, enggak pakai enggak apa-apa. Pengguna juga harus pakai alas kaki, ” kata Watak dalam Sosialisasi Aturan Keselamatan Pesepeda di Jalan dilansir YouTube Kemenhub151, Jumat (18/9/2020).

Selain itu, Kemenhub juga meminta manajer gedung, pusat perbelanjaan dan madrasah untuk menyediakan lahan parkir untuk pengguna sepeda.

Jalan tersebut diarahkan agar masyarakat terbiasa menggunakan sepeda sebagai moda pada kegiatan sehari-hari, bukan hanya buat olahraga.

“Kepada manajer gedung, sekolah, mal-mal, dengan adanya peraturan ini kami harapkan ada tempat parkir  sepeda  di per kantor atau sekolah, sehingga nanti ada  shifting  kebiasaan dari yang menggunakan sepeda motor menjadi menggunakan sepeda, ” ujar Budi.    

4 dari 5 halaman

Infografis Pakai Masker Kain SNI, Jangan Scuba dan Buff

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Related Articles

Mahindra Thar, Wrangler Bollywood yang Menggoda

Liputan6. com, Jakarta - Jeep dan Mahindra mempunyai hubungan yang rumit karena keduanya memiliki produk yang desainnya sebelas-dua belas alias mirip.  Apalagi sesudah Mahindra menghadirkan new Thar, SUV asli India yang sosoknya mirip dengan Wrangler.
Read more

Pertama Dalam Empat Bulan, Tak Ada Kasus Baru COVID-19 di Melbourne Australia

Melbourne - Kabar baik dari Negara periode Victoria, Australia. Per Senin 26 Oktober 2020 wilayah tersebut melaporkan tak ada kasus baru dan maut akibat COVID-19. Seperti dikutip daripada ABC Indonesia, Senin (26/20/2020), itu merupakan yang pertama kalinya semenjak 9 Juni lalu.
Read more

Libur Tahun Baru Islam, Wisatawan Padati Telaga Sarangan

Liputan6. com, Jakarta - Ribuan wisatawan dari berbagai daerah mengunjungi pokok wisata Telaga Sarangan di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, saat libur Tahun Baru Islam 1442 Hijriah yang bersamaan dengan cuti bersama dan akhir pekan.
Read more
Search for: