Darren Aronofsky Ungkap Black Swan Ditolak di Mana-Mana, tapi Akhirnya Lulus Besar

Darren Aronofsky Ungkap Black Swan Ditolak di Mana-Mana, tapi Akhirnya Lulus Besar

Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

Liputan6. com, Jakarta Satu dekade lalu, film Black Swan karya Darren Aronofsky menjadi perbincangan hangat para pecinta film. Akting Natalie Portman sebagai balerina yang tak bisa memisahkan halusinasi dengan dunia nyata, bahkan diganjar dengan Piala Oscar sebagai Aktris Terbaik.  

Dalam acara  Mola Living Live, yang digelar baru-baru ini, Darren Aronofsky sempat berbincang bersama besar sineas Indonesia, Timo Tjahjanto dan Rayya Makarim, tentang filmnya ini.  

Rupanya sutradara Noah ini kesulitan mendapat lampu hijau dari investor untuk filmnya yang satu ini.  

2 dari 5 halaman

Diantara Genre

Awalnya, Darren Aronofsky membicarakan perkara karya-karyanya yang tidak berada dalam satu “kotak” saja. Ia misalnya memiliki film kolosal Noah , Requeim for a Dream yang  bergenre drama, hingga mother! yang bernuansa horor-psikologis.

“Menurutku semua film yang kubuat, tidak bisa dimasukkan dalam satu ragam saja, ” tuturnya, seperti tampak dalam hasil wawancara yang sedang bisa diakses di platform Mola TV.   Dalam film Noah misalnya, ia tidak hanya bercerita mengenai film yang diangkat dari kisah Alkitab, tapi juga mencoba membawa drama keluarga.  

Hal ini rupanya punya risiko tersendiri.  

“Kurasa aku selalu berada di antara beberapa genre sehingga kadang sulit bagiku untuk menjangkau seorang penonton, dan mereka sulit mengerti (karyaku), ” kata dia lagi.  

3 dari 5 halaman

Balet dan Horor

Ia langsung mencontohkan  Black Swan.   “Aku benar-benar merasa  Black Swan  adalah hidup horor, walaupun tidak berada di kategori yang serupa dengan film horor kebanyakan, karena di dalamnya ada drama psikologis, juga dance movie , ”  sekapur dia.

Karena hal inilah, ia jadi sulit menawarkannya kepada investor. “Salah satu kritik yang kuterima, adalah penggemar balet tak suka horor, dan penggemar horor tak suka balet, ” kata dia.

4 daripada 5 halaman

Dilewatkan

Meski berkali-kali mendapat penolakan, Darren Aronofsky maju terus.

Dia mengatakan, “Tidak ada yang mau membuatnya dan semua orang di industri ini melewatkannya. Namun pada akhirnya kami berhasil mencari cara untuk membuatnya. ”

Karena dana yang terkumpul tak seberapa, Darren mengaku  Black Swan cukup sulit untuk dikerjakan.  

5 dari 5 halaman

Sukses Besar

Tetapi pada akhirnya kerja keras tersebut terbayar. Berdasarkan data dari Box Office Mojo, dengan modal “hanya” US$13 juta, film ini mengambil pendapatan mencapai US$ 329 juta.  

Tak cuma secara finansial, Black Swan  juga mendapat pengesahan kritikus.   Film ini serupa mendapat nominasi Oscar 2011 untuk Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Sinematografi Terbaik, dan Penyuntingan Film Terkemuka.  

Related Articles

Berdiam dalam Hujan, Demonstran Tolak Politisasi APBD Blora

Liputan6. com, Blora - Sejumlah warga di Blora, Jawa Tengah yang berdemonstrasi menuntut dihentikannya rapat paripurna penandatangan bon kesepakatan KUPA-PPAS perubahan APBD tahun anggaran 2020 di depan gedung DPRD Kabupaten Blora tetap beraksi meski diguyur hujan.
Read more

MEMOTRET: Prancis Menang Besar Atas Ukraina 7-1

1/9 Gelandang Ukraina, Ruslan Malinovskyi membawa bola daripada kawalan gelandang Prancis, Steven Nzonzi pada laga persahabatan Stade deFrance di Saint Denis, utara Paris, Rabu (7/10/2020). Prancis menang tumbuh 7-1 atas Ukraina. (AP Photo/Francois Mori)
Read more

Program Liga Spanyol: Ketangguhan Barcelona Balik Diuji

Liputan6. com, Jakarta Barcelona masih terus ditantang lawan-lawan berat di Liga Spanyol. Setelah tandang ke markas Celta Vigo, Barcelona kini kedatangan lawan mengandung lainnya Sevilla yang akan dijamu di Camp Nou.
Read more
Search for: