Berdiam dalam Hujan, Demonstran Tolak Politisasi APBD Blora

Berdiam dalam Hujan, Demonstran Tolak Politisasi APBD Blora

Liputan6. com, Blora – Sebanyak warga  di Blora, Jawa Pusat yang berdemonstrasi menuntut dihentikannya kerap paripurna penandatangan nota kesepakatan KUPA-PPAS perubahan APBD tahun anggaran 2020 di depan gedung DPRD Kabupaten Blora tetap beraksi meski diguyur hujan.

Pantauan Liputan6. com , demonstran sampai-sampai memasang tenda dan bertahan di depan gedung wakil anak buah itu. Sedangkan aparat yang memelihara keamanan, seketika ambyar dan mencari tempat berteduh.

“Ayo kawan-kawan kita berlabuh di tenda keprihatinan yang kita bawa ini. Kita bertahan disini, ” ujar Eksi Agus Wijaya satu diantara demonstran, Sabtu (29/8/2020).

Demonstran menuntut agar  tidak ada  politisasi terkait APBD yang diparipurnakan para anggota DPRD Blora.

Sekitar 1, 5 jam sesaat sebelum hujan mengguyur, massa terlihat sempat menyegel gedung parlemen. Bahkan mereka juga merobek-robek dan membakar dokumen yang diketahui adalah salinan arsip KUPA-PPAS transisi APBD Kabupaten Blora.

Demonstran  lainnya, Seno Margo Utomo mengatakan, apabila aksi ini tidak ditemui para wakil rakyat, dirinya akan menginap di depan gedung wakil rakyat Blora itu.

“Jika mereka tidak muncul, kita berencana akan menginap disini, ” kata Seno.

2 dari 4 halaman

Tudingan Demo Order

Seno pula menegaskan, demonstrasi tidak ada kaitannya dengan kepentingan satu diantara pihak di tahun Pilkada atau demo order. Demonstrasi ini benar-benar terlepas dibanding agenda politik lima tahunan tersebut.

“Sama sekali tidak ada kaitannya. Menurut kami adanya APBD Perubahan ini, nyata & faktanya tidak berpihak pada rakyat, ”  ujarnya.

Patuh dia, demonstrrasi ini lebih kepada penolakan politisasi APBD perubahan yang diduga bakal digunakan oleh salah satu pihak yang akan berkelahi dalam Pilkada. Demonstran tak ingin APBD digunakan untuk kepentingan politik.

“Kami itu menjumpai sendiri di APBD. Politisasinya itu sebenarnya buat siapapun. Tapi bila penguasa yang melakukan, ya lengah, ”  dia menegaskan.

Namun begitu, dia pun mengakui  beberapa waktu lalu pihaknya tahu bertemu dengan salah satu aktivis politik yang bakal maju pada perhelatan Pilkada 2020 Kabupaten Blora. Namun yang dibahas adalah masalah lain dan bukan persoalan demo.

Peserta aksi lainnya, Eko Arifianto mengemukakan, pertemuan secara tokoh politik beberapa waktu berarakan itu dalam rangka membahas persoalan Judicial Review Dana Bagi Hasil (JR DBH) Migas Blok Cepu.

“Itu bukan mempercakapkan demo, kemarin itu membahas tentang JR DBH Migas, ” logat Koordinator Geram itu.

Menurut Eko, pertemuan itu mempercakapkan perjuangan rakyat agar mendapatkan sokongan dari tokoh yang berpengaruh, bagus dari para politisi maupun masyarakat sipil lain yang peduli.

3 daripada 4 halaman

Demonstran Soroti Anggaran PAUD Rp17 Miliar

Aksi yang dilakukan oleh sekelompok massa ini terhormat dramatis. Selain membawa spanduk, bendera, dan pengeras suara untuk lektur, mereka juga semppat menggembok kesempatan gerbang DPRD dan membakar dokumen yang diketahui adalah salinan sertifikat KUPA-PPAS perubahan APBD Kabupaten Blora.

Salah satu peserta aksi, Eksi Agus Wijaya mengecap, pengesahan anggaran APBD Perubahan tarikh anggaran 2020 terkesan dipaksakan. Patuh dia, banyak anggaran yang diimplementasikan bukan dalam ranah prioritas tapi malah lebih ke ranah strategis.

“Contohnya, tidak digunakan untuk menambah anggaran honor instruktur tidak tetap (GTT) atau honorer yang lain. Malah ini tersedia sebesar Rp17 miliar yang dialokasikan untuk Pendidikan Anak Usia Pra (PAUD). Padahal PAUD libur, ” ujar Eksi.

Real, belum tentu hingga Desember mendatang ada sekolah tatap muka yang diselenggarakan. Namun ada anggaran belasan miliar untuk pendidikan usia dini itu.

“Kenapa tak digunakan untuk ketahan pangan pada masa pandemi, karena masih banyak petani-petani yang menjerit di sedang pandemi, ” ucap Eksi.

“Aksi ini bentuk kekecewaan kami karena rakyat tidak sudah dilibatkan dalam pembahasan APBD. Uang itu bukan milik pribadi, namun uang rakyat, ”  katanya lagi.

Sementara, di waktu yang sama, unsur pimpinan DPRD saat ditemui para wartawan sedang mengadakan rapat bersama Tim Pranata Anggaran (Banggar) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Mereka berencana akan bertahan bahkan menginap serta berharap sampai bisa ditemui sebab anggota maupun pimpinan DPRD Kabupaten Blora.

Diketahui, demo di mulai sekira pukul 15. 30 WIB. Hingga berita itu ditulis sekira pukul 17. 40 WIB, belum ada satupun bagian DPRD Kabupaten Blora dari di dalam gedung wakil rakyat yang menyongsong.

4 dari 4 halaman

Menyimak Video Pilihan Berikut Ini:

Related Articles

Program Liga Spanyol: Ketangguhan Barcelona Balik Diuji

Liputan6. com, Jakarta Barcelona masih terus ditantang lawan-lawan berat di Liga Spanyol. Setelah tandang ke markas Celta Vigo, Barcelona kini kedatangan lawan mengandung lainnya Sevilla yang akan dijamu di Camp Nou.
Read more

Tersebut yang Bikin Daihatsu Ayla Diminati Millenial

Liputan6. com, Jakarta - Astra Daihatsu Ayla menjadi satu diantara mobil perkotaan dengan harga terjangkau yang lulus diminati kaum milenial. Pasalnya, mobil ini memiliki cukup banyak fitur yang memanjakan penggunanya.
Read more

Pemkab Banyumas Izinkan KBM Tatap Muka, Ini Syaratnya

Liputan6.com, Banyumas - Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengizinkan sekolah yang menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan setempat untuk menggelar kegiatan belajar mengajar atau KBM secara tatap muka.
Read more
Search for: