Bekas Jubir HTI Dilaporkan ke Petugas, Kasus Apa?

Bekas Jubir HTI Dilaporkan ke Petugas, Kasus Apa?

Liputan6. com, Jakarta berantakan Mantan Juru Cakap Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto diadukan ke Polda Metro Jaya. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus membenarkannya.

“Ada Laporan Polisi (LP) dengan terlapor Ismail Yusanto. Pelapornya adalah seorang dengan inisial H, ” kata dia di Polda Metro Jaya, Jumat (28/8/2020).

Yusri menjelaskan, seorang berinisial H menyambangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya terang tadi. Dia hendak melaporkan seseorang bernama Ismail Yusanto terkait aktifitas di media sosial yang terus membawa-bawa HTI.

Dijelaskan, Ismail Yusanto juga masih mengklaim dirinya sebagai Juru Bicara HTI. Padahal, organisasi tersebut telah resmi dibubarkan dan dinyatakan sebagai pola terlarang.

“Pelapor merupakan masyarakat Indonesia menerangkan 26 Agustus 2020 lalu melihat di jalan sosial di mana terlapor (Ismail Yusanto) mengatakan dirinya jubir HTI, ” ucap dia.

2 dari 3 halaman

Didalami

“Padahal pelapor mengetahui bahwa HTI telah dicabut dan dilarang oleh Mahkamah Agung. Nah pelapor merasa dirugikan selanjutnya dia melapor, ” Yusri menambahkan.

Yusri menerangkan, laporan telah diterima oleh Petugas SPKT. Selanjutnya bakal didalami oleh penyidik.

“Kita dalami dulu, ” ucap dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di lembah ini:

Related Articles

Tersebut yang Bikin Daihatsu Ayla Diminati Millenial

Liputan6. com, Jakarta - Astra Daihatsu Ayla menjadi satu diantara mobil perkotaan dengan harga terjangkau yang lulus diminati kaum milenial. Pasalnya, mobil ini memiliki cukup banyak fitur yang memanjakan penggunanya.
Read more

Tekan Risiko Penyimpangan Drone, Menhub Ingin Harmonisasi Regulasi Seluruh Negara

Liputan6.com, Jakarta - Maraknya penggunaan pesawat tanpa awak atau drone, baik untuk keperluan militer hingga bisnis, atau sekedar hobi, perlu diimbangi dengan regulasi yang sesuai. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, regulasi ini perlu untuk memitigasi risiko pengoperasian drone yang tidak tepat. Dan bahkan juga berpotensi mengganggu penerbangan komersil.
Read more

Selidiki Penembakan Anggota FPI, Komnas HAM: Puzzle Terangnya Peristiwa Kian Detail

Liputan6.com, Jakarta - Komnas HAM menyatakan, tidak bisa memenuhi undangan polisi untuk menyaksikan rekonstruksi penembakan 6 laskar FPI. Lantaran, sedang mendalami berbagai temuan dalam penyelidikan yang sudah dilakukan.
Read more
Search for: