Barang-Barang di Restoran dan Hotel dengan Ternyata Sering Dicuri Tamu

Barang-Barang di Restoran dan Hotel dengan Ternyata Sering Dicuri Tamu

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SDY 2020 – 2021.

Liputan6. com, Jakarta – Pencurian bisa terjadi dalam mana saja, tak terkecuali pada restoran dan  hotel. Hal tersebut dialami seorang pemlik bar dengan berusaha ramah lingkungan dengan menyilih sedotan plastik dengan sedotan logam. Namun, pelanggan justru mencuri sedotan dari logam tersebut.

Kasus pencurian itu membuat kemalangan dan ketidaknyamanan pemilik bar. Tetapi, pemilik bar tersebut ternyata tidak sendirian menghadapi kasus pencurian barang milik tempat usahanya, dilansir dari South China Morning Post , Jumat, 4 Desember 2020.

Kebiasaan mencuri ini sendiri ternyata bisa menular ke orang lain. Hal tersebut dibuktikan mendiang instruktur desain dan pemilik restoran Terence Conran.

Sebastian Conran mengungkap, ayahnya yang meninggal dalam September 2020 itu, berencana mengunjungi restoran Quaglino miliknya di London. “Saya merancang asbak dan ketika ia memberi pengarahan pada aku, ia berkata, ‘Ini akan dicuri dan berlaku sebagai barang propaganda, ‘” kata Conran.

Benar saja, asbak metalik maujud Q dikenal sebagai barang yang paling banyak dicuri di London. “Selama 10 tahun, kami sudah menghabiskan lebih dari 20 ribu (asbak), ” kata Conran.

Tak hanya itu, pencurian juga terjadi di  Museum Desain yang didirikan Terence Conran dalam London. Mereka ‘secara tidak sengaja’ mencomot asbak dari salah mulia restoran Conran untuk disumbangkan ke pameran.

Richard Branson juga melihat kesempatan ketika dia mengetahui bahwa tempat garam & merica berbentuk pesawat mini diselundupkan dari pesawatnya oleh penumpang kelas atas. Ia telah mencuri daripada Virgin Atlantic.

2 dari 4 kaca

Barang yang Paling Penuh Dicuri

Sebuah survei yang diterbitkan tahun lalu oleh panduan hotel online Wellness Heaven menemukan bahwa barang dengan paling banyak dicuri dari hotel pada 2019 adalah handuk, diikuti jubah mandi, gantungan, bahkan karya seni dan kasur telah diambil.

Seorang manajer umum di sebuah hotel mewah Hong Kong pernah memberi tahu bahwa tas kain untuk tempat basuhan para tamu itu dikemas dengan menggantinya dengan versi plastik. Dalam The Beverly Hills Hotel, Los Angeles, pembuka botol berwarna merah muda cenderung diambil dari zona tamu, sementara di 45 Park Lane, London, itu adalah bebek karet dalam ungu khas hotel.

Mandarin Oriental Hong Kong selalu kehilangan tas kuda kain bermereknya. “Jika tamu ingin sepatu mereka dibersihkan dan disemir, kami mengembalikannya ke dalam tas sepatu kami, yang sebagian mulia dapat dibawa, ” kata Jenny Johnston, direktur komunikasi pemasaran.

Para pelaku bisnis perhotelan setuju bahwa pena dan kertas catatan, perlengkapan mandi berupa botol mini, dan sandal yang tidak pernah digunakan kembali adalah barang-barang yang pantas untuk para tamu.

“Para tamu suka membawa barang-barang bermerek seperti sumbat botol, pembuka botol, kacamata, & payung sebagai memorabilia masa inap mereka, ” kata Mark Wong, wakil presiden senior Small Luxury Hotels of the World (SLHW), Asia Pasifik. “Sebagian besar hotel tak keberatan karena ini ialah publisitas gratis untuk mereka, meskip yang lain menagih tamu atau menyarankan mereka membeli barang galas dari toko suvenir. ”

Di Viceroy Bali, misalnya, tanda “Are You Happy? ” dipasang di kamar untuk mendorong tamu meminta apa pun yang mereka butuhkan. Tapi, tanda itu sering kali tak dapat terlihat lagi setelah mereka membayar.   Di Milaidhoo Maldives, manajemen mengabulkan para tamu untuk membawa kembali sarung bermerek dan sandal sepit dengan logo resor yang dicap di bagian bawah sol.

Ski dan Spa El Lodge, di Grenada, Spanyol, memiliki tanda kuningan “rias kamar saya/jangan ganggu” yang bertanda “Ski Keluar” atau “Menghitung Kepingan Salju”, yang diambil oleh banyak tamu untuk rumah mereka sendiri.

Lain halnya di Grand Forest Metsovo, Yunani, di mana mereka menyediakan botol air ramah dunia berisi air alami dan dari Fendi Private Suites, di Roma, Italia, para tamu membawa pulang kartu kunci mereka saat dalam hotel.

3 dari 4 halaman

Liburan Aman

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Related Articles

Sandiaga Uno Diyakini Bisa Kembalikan Geliat Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Liputan6. com, Jakarta - Terpilihnya Sandiaga Salahudin Uno atau Sandiaga Uno jadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) disambut baik sejumlah pihak, tak terkecuali pengurus OK OCE Indonesia.
Read more

BNPB Catat 2. 059 Bencana Alam dari Januari hingga September 2020

Liputan6. com, Jakarta - Institusi Nasional Penanggulangan Bencana BNPB mencetak 2. 059 bencana alam di seluruh wilayah Indonesia mulai Januari hingga 20 September dengan 282 jiwa meninggal dunia Seperti dikutip dari Antara, Minggu (20/9/2020), BNPB menyebutkan, mayoritas bencana tersebut adalah bencana hidrometeorologi atau bencana yang terjadi sebagai dampak dari isyarat meteorologi.
Read more

Pemuda Muhammadiyah: Kita Harusnya Sudah Cakap Kesejahteraan, Bukan Perbedaan Ideologi

Liputan6. com, Jakarta - Kepala Umum Pimpinan Pusat Pemuda (PP) Muhammadiyah Sunanto mengatakan, dengan leler 75 tahun seharusnya saat tersebut Indonesia sudah membicarakan bagaimana membangun kesejahteraan bukan membahas masalah memperlawankan ideologi lagi.
Read more
Search for: