3 Hal yang Dilakukan Pemprov DKI Tanggulangi Banjir Jakarta

3 Hal yang Dilakukan Pemprov DKI Tanggulangi Banjir Jakarta

Liputan6. com, Jakarta – Banjir sempat menggenangi beberapa lokasi di DKI Jakarta pada Senin, 21 September 2020 akibat hujan yang mengguyur sejak Minggu malam, 20 September 2020.

Usai kejadian tersebut, Kepala Jawatan Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Juaini menyatakan, pihaknya bakal mengadakan sebanyak 19 pompa minuman mobile untuk penanggulangan banjir dalam musim hujan.

“Sekarang dalam proses lelang ada sekitar 19 unit, & kemudian untuk yang penambahan panti pompa baru folder folder baru mungkin di awal 2021 anyar kita bisa kerjakan, ” sebutan Juaini saat dikonfirmasi, Kamis, 24 September 2020.

Selain itu, Juaini mengatakan, anggaran penanggulangan banjir Jakarta 2020 dialokasikan Rp 1, 2 triliun dari APBD DKI.

Sementara tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun menerbitkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 52 tahun 2020 mengenai Percepatan Peningkatan Sistem Pengendalian Banjir di Era Perubahan Iklim.

Berikut hal-hal yang dikerjakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta guna menangani banjir dihimpun Liputan6. com :

2 dari 5 halaman

Anies Keluarkan Ingub

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 52 tahun 2020 mengenai Percepatan Peningkatan Sistem Pengendalian Banjir di Era Perubahan Iklim.

Dalam Ingub yang ditandatangani oleh Anies pada 15 September 2020 tersebut, mengatur sejumlah arahan kepada jajarannya dalam pengendalian banjir. Yakni mulai dari lurah, camat, wali kota, dinas yang menangani banjir.

Anies meminta agar seluruh jajarannya untuk menetapkan pula infrastruktur pengendalian banjir sanggup berfungsi normal.

“Dengan terjadinya peningkatan intensitas hujan akibat perubahan iklim, diperlukan percepatan pengembangan pengendalian banjir Jakarta yang responsif, adaptif, dan memiliki resiliensi arah resiko banjir yang dihadapi zaman ini dan di masa dengan akan datang, baik dari jurusan peningkatan infrastruktur fisik maupun infrastruktur sosial, ” kata Anies pada Ingub yang dikutip Liputan6. com , Rabu, 23 September 2020.

Beserta sejumlah instruksi yang Anies terpaut Ingub pengendalian banjir:

1. Membangun sistem deteksi dan peringatan dini kejadian banjir mengikuti sistem penanggulangan banjir yang adaptif, prediktif, cerdas, dan terpadu.

2. Memastikan infrastruktur pengoperasian banjir eksisting selalu beroperasi dalam kapasitas optimal.

3. Mempercepat pembangunan infrastruktur pengendalian banjir yang belum terealisasi.

4. Mendorong pemenuhan kewajiban dan peran serta seluruh komponen umum dalam pengendalian banjir.

5. Menyempurnakan sistem pengendalian banjir yang sesuai dengan tuntutan suasana perubahan iklim.

enam. Membangun kesadaran, keberdayaan, dan kebudayaan masyarakat yang responsif terhadap banjir dan perubahan iklim.

7. Memastikan ketersediaan kebutuhan wujud dan melakukan terobosan penyerapan anggaran untuk pengendalian banjir.

3 dari 5 halaman

Tambah 19 Mengambil Air Mobile

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Juaini menyatakan, pihaknya akan melaksanakan sebanyak 19 pompa air mobile untuk penanggulangan banjir di musim hujan.

“Sekarang di proses lelang ada sekitar 19 unit, dan kemudian untuk yang penambahan rumah pompa baru folder folder baru mungkin di mula 2021 baru kita bisa kerjakan, ” kata Juaini saat dikonfirmasi, Kamis, 24 September 2020.

Dia menjelaskan, penambahan mengambil tersebut guna menambah fasilitas penanggulangan banjir di Ibu Kota. Sebab terdapat sejumlah unit pompa dengan dimiliki Pemprov DKI Jakarta sudah berusia lebih dari 10 tahun dan perlu dilakukan pemeliharaan.

Selain itu, Juaini membuktikan pihaknya akan mengejar target untuk pembuatan sumur resapan di lima kota administrasi untuk mencegah banjir.

“Tahun ini kira-kira 300 ribu titik disebar pada lima wilayah, prioritas lokasi agak-agak kita ngelihat lokasi yang tanahnya masih ini masih ada dan juga enggak ada air laut yang masuk, ” ucap dia.

4 dari 5 halaman

Alokasikan Anggaran Banjir 2020 Rp satu, 2 Triliun

Juaini mengatakan, nggaran penanggulangan banjir Jakarta 2020 dialokasikan Rp satu, 2 triliun dari APBD DKI.

Jumlah ini lalu ditambah Rp 700 miliar dibanding pinjaman Pemprov DKI ke Kementerian Keuangan melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Persero.

Menurut nya, anggaran dari pinjaman bakal digunakan pembebasan lahan dan penggandaan sumur resapan.

“Tahun ini Rp 1, 2 triliun (dari) APBD, terus yang daripada SMI yang untuk pembebasan tanah saja yang ada sama sumber resapan, enggak banyak cuma Rp 7 miliar kalau enggak lengah, tapi tetap kita upayakan tetap sampai tunggu anggaran ini tenang, ” kata Juaini.

Menurut Juaini, untuk program penyelamatan lahan untuk cegah banjir, sudah ada beberapa yang terealisasi dan ada pula masih dalam periode proses pencairan, seperti di lahan di Pesanggrahan, Ciliwung, Sunter, Cipinang Melayu, dan kali Jati Kramat.

Ia berujar buat pembayaran pembebasan lahan, Dinas SDA juga koordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Pokok, untuk pembebasan lahan bagi warga yang tinggal di bantaran arus sungai BPN turut andil di dalam pengerjaannya.

“Masih terus kita upayakan percepatannya karena buat pembebasan lahan perlu kehati-hatian, tepat benar, kan kita kerjasama BPN ketika memang BPN anggap tulisan ini komplit, sah, baru kita melakukan pembayaran, ” jelas Juaini.

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Itu:

Related Articles

WhatsApp Luncurkan Kampanye ABC untuk Menegah Hoaks di Masyarakat

Liputan6. com, Jakarta - WhatsApp baru saja meluncurkan kampanye terbaru untuk mengedukasi masyarakat cara mengenali dan mencegah penyebaran disinformasi di Indonesia. Lewat usaha ini, perusahaan juga ingin membawa masyarakat lebih aktif dalam mengenali hoaks yang beredar. Kampanye tersebut melanjutkan sejumlah upaya perusahaan sebelumnya untuk mencegah penyebaran hoaks.
Read more

Melihat Fakta: Hoaks Biaya Tambahan dan Batas Penukaran Tabung Biru Elpiji Menjadi Bright Gas

Liputan6. com, Jakarta - Media sosial Facebook dihebohkan dengan kabar yang mengecap batas penukaran tabung gas ningrat, yakni akhir tahun 2020, karena bakal diganti yang berwarna pink (bright gas). Disebutkan pula, kalau tidak ditukarkan tepat waktu, bakal membeli tabung gas pink dengan harga yang lebih mahal.
Read more

PDIP soal PSBB Jakarta: Akar Masalahnya Kedisiplinan

Liputan6. com, Jakarta - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, ambil bicara soal pengetatan Pembatasan Baik Berskala Besar (PSBB) ketat oleh Pemprov DKI Jakarta. Menurut tempat, akar masalah terjadinya peningkatan Covid-19 dan akhirnya diberlakukan PSBB ketat merupakan kedisiplinan.
Read more
Search for: